Senin, 12 Mei 2008

bangkit

Suatu hari seekor kuda milik seorang petani jatuh ke dalam sumur. Kuda itu menangis dengan memilukan selama berjam-jam, sementara si petani memikirkan apa yang harus dilakukannya. Akhirnya, petani itu memutuskan bahwa kuda itu sudah tua dan sumur juga perlu ditimbun (ditutup karena berbahaya ) jadi tidak berguna untuk menolong si kuda.Si petani mengajak tetangga-tetangganya untuk datang membantunya. Mereka membawa sekop dan mulai menyekop tanah ke dalam sumur. Pada mulanya, ketika si kuda menyadari apa yang sedang terjadi, ia menangis penuh kengerian. Tetapi kemudian, semua orang takjub, karena si kuda menjadi diam. Setelah beberapa sekop tanah lagi dituangkan ke dalam sumur, si petani melihat ke dalam sumur dan tercengang karena apa yang dilihatnya.
Walaupun punggungnya terus ditimpa oleh bersekop-sekop tanah dan kotoran, si kuda melakukan sesuatu yang menakjubkan. Ia mengguncang-guncangkan badannya agar tanah yang menimpa punggungnya turun ke bawah, lalu menaiki tanah itu. Sementara tetangga-tetangga si petani terus menuangkan tanah kotor ke atas punggung hewan
itu, si kuda terus juga menguncangkan badannya dan melangkah naik. Segera saja, semua orang terpesona ketika si kuda meloncati tepi sumur dan melarikan diri !
Kehidupan terus saja menuangkan tanah dan kotoran kepada kita, segala macam tanah dan kotoran. Cara yang harus kita lakukan untuk keluar dari 'sumur' ( masalah, ketidakpuasan, kesusahan, kesedihan, dan sebagainya ) adalah dengan menguncangkan segala tanah dan kotoran dari diri kita (batin, pikiran dan perasaan kita ) dan melangkah naik dari 'sumur' dengan menggunakan hal-hal tersebut sebagai pijakan. Setiap masalah-masalah kita merupakan satu batu pijakan bagi kita untuk melangkah. Kita dapat keluar dari 'sumur' yang terdalam dengan terus berjuang, jangan pernah menyerah !
Never give up !

Mari kita guncangkan hal-hal negatif yang menimpa dan melangkahlah naik !!!
Mari kita bebaskan pikiran kita dari kebencian
Mari kita bebaskan pikiran kita dari keserakahan
Mari kita bebaskan pikiran kita dari ketidakseimbangan
Mari kita bebaskan pikiran kita dari ketidakbijaksanaan
Mari kita memberi lebih banyak
Mari kita berharap lebih sedikit

" Entah ini adalah waktu kita yang terbaik atau waktu kita yang terburuk, inilah satu-satunya waktu yang kita miliki saat ini !"

Jadilah Orang Yang Paling Bijak Dengan Banyak Membaca

Ana Kustanti
Perpustakaan / Training


Tidak ada komentar: